Beranda Headline Petugas RSIA “Puti Bungsu” Bandar Jaya Peras Pasien BPJS Kesehatan

Petugas RSIA “Puti Bungsu” Bandar Jaya Peras Pasien BPJS Kesehatan

| 2418

LAMPUNG TENGAH-TABIRNEWS–TN– Pihak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) “Puti Bungsu” Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, diduga telah melakukan tindakan pemerasan terhadap salah satu Pasien BPJS Kesehatan rawat inap.

Dugaan tindakan pemerasan ini diungkapkan sumber yang juga merupakan Pasien BPJS Kesehatan di ruang rawat inap kelas III RSIA Puti Bungsu saat dikonfirmasi JMI belum lama ini

Lebih lanjut dikatakan sumber, kronologisnya, kejadian bermula saat dirinya hendak memeriksa/ kontrol kandungan anak pertamanya sekitar jam 16:15 WIB di RSIA Puti Bungsu Bandar Jaya, dari hasil pemeriksaan salah satu Dokter dirumah sakit tersebut, mengatakan, bahwa usia kandungan pasien belum cukup 9 bulan.

Namun, karena air ketubannya sudah keluar, Dokter tersebut menyarankan agar segera dilakukan tindakan operasi Caesar, pukul 02:30 WIB dini hari. Setelah operasi selesai dilakukan, keesok malam harinya pasien bersama keluarganya mendapatkankan perlakuan yang tidak menyenangkan. Bahkan, tidak manusiawi dari beberapa oknum Perawat RSIA Puti Bungsu yang sedang jaga piket malam hari itu.

Belum 24 Jam dari Operasi Caesar, sambungnya, pasien dan keluarganya di informasikan oleh Perawat rumah sakit setempat, agar pasien dan keluarga nya segera berkemas-kemas untuk mengosongkan ruangan rawat inap yang sedang ditempati. Hal ini karena biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan hanya 3 hari dan waktu nya pun sudah habis tepat pukul 21:00 WIB.

“Jika Pasien beserta keluarganya tidak segera meninggalkan/ mengosongkan ruangan tersebut, maka pasien akan dikenakan tarif biaya pasien umum,” ucap sumber saat menirukan kata yang diucapkan salah satu perawat RSIA Puti Bungsu.

Mendengar perkataan tadi, Karena merasa tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya rawat inap tersebut, Pasien beserta keluarganya pun memutuskan untuk segera bergegas membereskan dan membawa barang bawaan mereka satu persatu keluar dari ruangan.

Namun sebelumnya, keluarga pasien harus melunasi pembayaran uang administrasi selama bayi tersebut menjalani perawatan/ penanganan medis sebesar Rp. 1.790,000,00; dengan alasan karena Bayi yang dilahirkan Prematur jadi biaya persalinan tidak ditanggung oleh BPJS.

“Pihak RSIA Puti Bungsu Bandar Jaya mengatakan, jika Bayi yang dilahirkan belum cukup umur (Prematur) biayanya tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan, keluarga pasien harus membayar biaya persalinan hingga lunas.

Setelah keluarga pasien melunasi biaya rumah sakit, tampak beberapa petugas perawat RSIA Puti Bungsu terkesan nampak tergesa-gesa membantu mengeluarkan barang-barang milik pasien dari ruang rawat inap itu tanpa rasa kasihan.

“Kami merasa diperlakukan tidak adil karena telah diperlukan tidak manusiawi dan secara tidak langsung kami sudah di usir oleh pihak petugas Rumah Sakit Puti Bungsu,” keluh sumber.

Dilain pihak, ke esokan hari nya, Keluarga Besar pasien mendengar penjelasan/cerita kronologisnya dari keluarga/ pasien seperti itu faktanya, Pihak Keluarga pun kembali mendatangi Rumah Sakit Ibu & Anak Puti Bungsu untuk mempertanyakan atas perlakuan dan sikap pihak rumah sakit terhadap keluarganya.

Petugas rumah sakit pun meminta maaf dan mengakui kesalahan atas kelalaian petugas perawat tersebut. dan salah satu dari petugas RSIA Puti Bungsu memohon kepada Keluarga Pasien agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan secara damai (kekeluargaan) dan mohon permasalahan ini jangan dibesar besarkan.

“Kami akan mengembalikan uang Rp 1.790,000,- yang sudah dibayarkan keluarga pasien ke pihak Rumah Sakit,” ujarnya menyesal.

Terpisah, keluarga pasien BPJS Kesehatan Kelas 2, A/N M.Raditya P.J alamat : Yukum Jaya Kecamatan Terbanggi Besar Lampung Tengah, mengungkapkan Rasa Kekecewaan Nya Terhadap Buruk nya Pelayanan Administrasi Pembayaran Rumah Sakit Ibu & Anak (RSIA) PUTI BUNGSU Bandar Jaya kepada Jurnal Media indonesia.com belum lama ini di Kediamannya RABU 06/02/19.

Kejadian tersebut bermula ketika, demam (Panas) Pada badan Raditya sudah Dua hari tak kunjung membaik, Pihak Keluarga pun berniat untuk memeriksa kan (berobat) Ke Dokter di Rumah Sakit Ibu & Anak (Puti Bungsu) Bandar Jaya, Setibanya di Rumah Sakit tersebut, Raditya pun langsung mendapatkan pelayanan tindakan medis oleh Dokter jaga, Mulai dari tensi darah hingga Uji left Sempel Darah, hasil Uji left Sempel darah.

Dokter menjelaskan, bahwa Raditya Positif terindikasi gejala Penyakit Demam Berdarah, Kalau mau dirawat inap, kita lihat kondisi perkembangan demam Raditya sampai besok, jika demam nya tak kunjung reda, maka Raditya harus di rawat. Pihak Keluarga pun langsung menyelesaikan Administrasi Pembayaran Sebesar Rp. 250,000,00.

Karena khawatir, pihak keluarga pun langsung merawat inap Raditya memakai BPJS Askes Kelas Dua. Untuk kenyamanan Raditya saat menjalani rawat inap, pihak keluarga pun meminta kepada Oknum Perawat agar naik kelas, dari Kelas Dua naik ke kelas Satu.

Karena kelas Satu di dalam Kamar (ruangan) nya terdapat Dua Pasien maka, pihak keluarga pun meminta agar pasien A/N Raditya dapat naik kelas VIP, terhitung sejak tanggal 01 Februari 2019 Sore – 03 Februari 2019 Siang,

Selama Dua hari Dua malam, Raditya pun hanya mendapatkan pelayanan pemeriksaan, Uji left Darah, Cek trombosit, pemasangan Infus, Infus, pemeriksaan Dokter Umum dan hanya Konsultasi dengan Dokter Sepesialis, makan Pasien (Raditya) dan Sewa Kamar Pasien selama Dua hari Dua malam Keluarga Pasien A/N pasien M.Raditya,JP. diharuskan membayar biaya Sebesar Rp. 3.260,000,00; karena Pasien dikatakan Oknum Kasir, masuk katagori Pasien Umum, pihak keluarga pun membayar semua biaya rawat inap yang di tanggung pasien.

Namun Sangat di Sayangkan, betapa kecewanya pada saat melakukan transaksi pembayaran di KASIR, Oknum Kasir Rumah Sakit (PURWATI) enggan memberikan Struktur Rincian Pembayaran yang diminta oleh Keluarga Pasien, Oknum Kasir (PURWATI) pun mengatakan Jika, Pasien yang berobat di Rumah Sakit Ibu & Anak (RSIA) PUTI BUNGSU BANDAR JAYA, tidak di perbolehkan meminta ataupun membawa Rincian Pembayarannya, ungkapnya.

Dari Semua Uraian diatas membuktikan bahwa, Lemah nya Pemantauan dan Pengawasan Dari Pihak Pihak terkait, terutama dari pihak Direktur Rumah Sakit Ibu & Anak (RSIA) PUTI BUNGSU Bandar Jaya Sehingga, diduga Ulah Oknum KASIR Rumah Sakit tersebut, banyak Keluarga Pasien yang berobat merasa telah di rugikan dalam Transaksi Pembayaran Biaya bdministrasiNya.

Apa Komentar dan Tanggapan Dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah Terkait Pemberitaan Ini? Baca Berita Selengkapnya Edisi Mendatang.

Laporan: Kholidi /Team Tabir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here