TERPERCAYA MENYINGKAP BERITA

DiDUGA DANA BOS SMKS MA’ARIF PURBOLINGGO LAMPUNG TIMUR DISINYALIR KORUPSI.

LAMPUNG TIMUR, TN- Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah bantuan Pemerintah untuk satuan pendidikan Negeri/Swasta agar peserta didik dapat mengenyam pendidikan sampai dengan Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan, yang dikelola secara mandiri oleh pihak sekolah dengan mengutamakan transparansi dan akuntabilitas.

Akan tetapi berbeda dengan SMKS MA’ARIF PURBOLINGGO, ada dugaan penggelembungan dana pada komponen Sarpras, selama 2 (dua) tahun anggarannya mencapai Rp 1.097.003.284,.

Menurut informasi data rekapitulasi penggunaan dana bos tahun 2020, untuk komponen, Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah, pada tahap 1 sebesar Rp 168.324.744,.
Tahap 2 sebesar Rp 413.815.860,.
Tahap 3 sebesar Rp 150.477.165,.
Total dana sebesar Rp 832.617.769,.

Dan untuk tahun 2021 pada tahap 1 sebesar Rp 210.646.400,.
Tahap 2 sebesar Rp 153.739.115,.
Total dana sebesar Rp 364.385.515,.

Dana sarpras tersebut sudah bisa untuk membangun beberapa Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 6 RKB, setelah tim awak media berkunjung ke SMKS MA’ARIF PURBOLINGGO baru baru ini, ternyata tidak tampak untuk Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah yang menghabiskan dana hingga Miliaran Rupiah.

Melihat kondisi sekolah SMKS Ma’arif Purbolinggo Lampung Timur tersebut, chat gedung sudah kusam, plafon terlihat juga pada jebol. Disinyalir sekolahan tersebut sudah lama tidak dirawat.

Ketika dikonfirmasi Kateman selaku waka kurikulum, Rabu (8/9/2021) membenarkan kalau disini jarang melakukan pengecatan sekolah. Sementara kepala sekolah SMK MA’ARIF PURBOLINGGO tidak berada di sekolah ada saudaranya yang meninggal,” kata Kateman.

Selanjutnya dibenarkan juga oleh narasumber yang namanya tidak ingin dipublikasikan, ia juga membenarkan saat siswa belajar daring tidak ada kegiatan di sekolah,” ujarnya.

Kuat dugaan anggaran dana sarpras tersebut digelembungkan oleh oknum kepsek dan beberapa stafnya untuk mengelabui Pemerintah dan masyarakat khususnya wali murid, agar mendapatkan keuntungan besar guna untuk memperkaya diri.

Pada saat dimintai keterangan kepala SMKS MA’ARIF PURBOLINGGO, Nurul Ahmad, melalui pesan WhatsApp pada hari Kamis 27 Oktober 2022, dengan nomor 0822 6939 XXXX, tidak ada respon.

Pada saat di hubungi Herisanyaja selaku Humas SMKS MA’ARIF PURBOLINGGO Melalui pesan WhatsApp pada Minggu 30 Oktober 2022, melalui nomor 0823-7216-XXXX menjawab, “Saran saya kalau mau diangkat lagi silakan karena jelas yg diberitakan itu mengada ada karena kami dari pihak sekolah sudah males menanggapi urusan yg satu itu kalupun itu betul nanti ada tim kuasa hukum kita m3nghadapinya”, jawabnya.

“Aslinya kami sudah cukup baik dengan menyikapi rekan rekan dari lamteng walaupun sebenarnya sudah berbeda zona kerja”. Tutupnya.

Kepada Dinas terkait dan APH agar dapat segera menindaklanjuti dugaan korupsi dan bos tahun 2020-2021 di SMKS MA’ARIF PURBOLINGGO Lampung Timur, yang rugikan negara mencapai Milyaran Rupiah, untuk memberikan efek jera agar Virus serupa tidak menular ke sekolah lain.

Penulis (Tim-Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *