TERPERCAYA MENYINGKAP BERITA

LAMPUNG TENGAH, Tabirnews.com– Di salah satu ruang kelas PKBM Cendikia, Sabtu (15/11/2025), suasana tampak berbeda. Sejak pagi, puluhan siswa paket B dan C tampak bersemangat memasuki ruangan. Bukan untuk belajar seperti biasa, melainkan mengikuti Pelatihan Dasar Kepemimpinan (LDK)

Dengan mengusung tema “Membangun Peradaban dan Cita-cita”, kegiatan ini menjadi ruang bagi para remaja untuk belajar tentang kepemimpinan, etika, dan cara bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Di hadapan sekitar 40 peserta, para narasumber berbagi pengalaman dan kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Salah satunya adalah Eko Yuwono dari LPA Lampung Tengah. Dengan gaya yang bersemangat, ia mengajak siswa memahami pentingnya hukum, batasan perilaku, serta hak-hak anak yang sering luput dari perhatian.

Anak-anak itu perlu tahu aturan. Kalau sudah paham hukum, mereka akan berpikir berkali-kali sebelum berbuat salah,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan tanpa kekerasan, baik fisik maupun psikis.

Narasumber lainnya, praktisi pers sekaligus Wakil Pemimpin Redaksi Realitaampung.com, Willy Dirgantara, memberikan materi tentang menjadi pemimpin yang ideal, tips komunikasi yang efektif dan keberanian mengambil keputusan. Keduanya berhasil membangun suasana interaktif yang membuat peserta larut.

Di tengah pelatihan, Pembina PKBM Cendikia Hariyadi, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya membentuk karakter peserta didik agar siap menghadapi masa depan.

Kami ingin siswa tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter. Mereka harus punya etika, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab sosial,” kata Hariyadi.

Pelatihan tersebut juga menjadi momentum penting bagi PKBM Cendikia dan LPA Lampung Tengah. Di akhir acara, kedua lembaga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai komitmen bersama dalam penguatan pendidikan dan perlindungan anak.

Sementara itu, Ketua LPA Lampung Tengah, Eko Yuwono, mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan PKBM Cendikia.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi PKBM Cendikia yang telah bersinergi dengan LPA Lampung Tengah dalam edukasi dan sosialisasi kepemimpinan. Kami berharap kolaborasi ini memberikan manfaat besar bagi siswa, dewan guru, dan lembaga kami,” ujar Eko.

Ia menegaskan pentingnya edukasi mengenai Undang-Undang Perlindungan Anak, Sistem Peradilan Pidana Anak, dan regulasi lainnya agar siswa memahami batasan hukum dan terhindar dari tindakan melanggar aturan.

“Pemahaman hukum ini penting agar anak-anak berpikir seribu kali sebelum melakukan pelanggaran. Guru juga harus memahami batas-batas kedisiplinan tanpa kekerasan fisik maupun psikis,” tambahnya.

Senyum para peserta saat menutup kegiatan menjadi tanda bahwa pelatihan ini lebih dari sekadar belajar—ia menjadi pengalaman baru yang menyalakan harapan dan cita-cita mereka. (FAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *