“DIDUGA KEPALA SEKOLAH SMPN 1 MEKAKAU ILIR SELAIN PUNGLI JUGA MENJUAL BUKU LKS KEPADA MURID”

“DIDUGA KEPALA SEKOLAH SMPN 1 MEKAKAU ILIR SELAIN PUNGLI JUGA MENJUAL BUKU LKS KEPADA MURID”

BREAKING NEWS-OKU SELATAN-DUNIA PENDIDIKAN-Tabirnews.com—Masih lekat dalam ingatan,selang beberapa hari yang lalu terkait adanya dugaan korupsi dengan memanipulasi data tentang pelaporan pertanggung jawaban realisasi dana BOS di SMPN 1 Mekakau Ilir,baru- baru ini muncul kembali keresahan para  wali murid dengan adanya pungutan liar (pungli) biaya untuk pengadaan komputer sebesar 75 ribu per murid,biaya tersebut dibebankan kepada setiap wali murid guna untuk pembelian beberapa unit komputer disekolah tersebut yaitu untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2020 yang akan datang.

Atas dasar informasi tersebut,( senin 16/12/2019) awak media TabirNews melakukan penelusuran tentang kebenarannya,dari hasil investigasi yang didapatkan dari beberapa orang tua/ wali murid SMPN 1 Mekakau ilir membenarkan adanya pungutan biaya untuk pembelian komputer tersebut.
” Seluruh murid dikenai iuran 75 ribu pak,sebenarnya kami sangat keberatan tapi ya mau bagaimana lagi,kami orang tua hanya menurut saja.” jelas seorang ibu yang enggan untuk disebut namanya.

Dalam kesempatan yang sama awak media TabirNews mewawancarai beberapa orang tua murid dan secara gamblang menyampaikan
” Di SMPN 1 Mekakau Ilir ada lagi biaya untuk pembelian buku LKS mas,anak saya dapat 10 buku,satu buku harganya 10 ribu” ujarnya dengan semangat.
” Kalau 100 ribu per murid,dan kita kalikan seluruh siswa banyak itu duitnya mas. “seloroh seorang ibu dengan nada ketus.

Jual beli buku LKS (lembar kerja siswa) ini sudah lama terjadi,bahkan setiap tahunnya pasti begitu dan di kordinir oleh guru-guru yang tentu saja melibatkan kepala sekolah sebagai penanggung jawab di sekolah SMPN 1 mekakau Ilir.” Tambah ibu- ibu yang lainnya yang tidak mau disebut namanya.

Awak Media TabirNews melanjutkan konfirmasi dan penelusuran dilapangan kepada wali murid yang lain,
Saat awak media bertemu dengan orang tua murid lainnya kls 7 ( kls 1 SMP red) Wali murid ini menjelaskan,” Kalau saya tempo hari dikenakan sampai 630 ribu mas pada saat pertama kali mendaptarkan anak kami, untuk iuran baju sekolah anak saya,
Dan 40 ribu untuk bayar buku paket/pelajaran untuk kls 1.”   tuturnya sambil memperlihatkan buku yang dimaksudkan.
Saat ditanyakan apakah ada kwitansi tanda terima pembayaran dari sekolah,
” Iya tempo hari ada,disana ada rincian yang harus kami bayar” tandasnya
setelah diamati dibeberapa lembar bagian buku tersebut, tertera ada cap/ stempel sekolah SMPN 1 Mekakau Ilir.
Timbul pertanyaan,buku sekolah kok sampai diperjual belikan.

Ditempat terpisah ( 16/12 ), J seorang guru yang juga mengajar di SMPN 1 Mekakau ilir membenarkan bahwa”Sekitar 2 mingguan ini kami memang pernah melakukan rapat komite pak,yaitu soal rencana iuran untuk menghadapi ujian nanti,kami mau membeli komputer lg ”  beber beliau.

Menurut keterangannya” Rapat dihadiri oleh wali murid yang lebih dari 300 an,keputusan rapat setiap wali murid dikenakan 75 ribu untuk pengadaan komputer tambahan,sebab sekolah saat ini baru mempunyai 20 unit komputer saja,itupun dari bantuan pemerintah yang diterima belum lama ini, tapi kalo soal rapat dana BOS, itu saya kurang tau “Imbuhnya diakhir obrolan.

Dari beberapa item dugaan adanya jual beli buku LKS dan pungli Pengadaan komputer di SMPN 1 Mekakau,saat dikonfirmasi dengan Kepala Sekolah Bomanto ( kamis 19/12) diruang kerjanya saat di temui awak mediaTabirNews,beliau membenarkan soal adanya iuran tersebut.
” Betul sekali,tapi itu sudah melalui rapat komite” ujar beliau seakan membenarkan jual beli buku LKS di SMPN 1 mekakau Ilir dan menghindar untuk memberikan keterangan lebih detail apa lagi saat kami meminta izin untuk mengambil dokumen photo di perpustakaan,beliau berkilah ruangan perpus sudah terkunci.

Padahal sudah jelas dalam PERMENDIKBUD no 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah.
Bahwa Komite Sekolah dilarang untuk melakukan pungutan biaya apapun.
Dan juga larangan terkait pungutan diatas sudah tertuang juga dalam PERMENDIKBUD no 44/2012
Tentang Pungutan & Sumbangan Biaya Pendidikan.

Bahkan SMPN 1 Mekakau ilir dibawah pimpinan Kepala Sekolah BOMANTO,
Juga diduga kuat selama ini telah melangggar PERMENDIKBUD 51/2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

LAPORAN KHUSUS  : (Mawan/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *