SOROTI TEGAS, “Indikasi Suap Setoran, LSM Freedom Menduga Lelang Proyek 22 Milyar Dinas Bina Marga Provinsi Lampung Syarat KKN”

SOROTI TEGAS, “Indikasi Suap Setoran, LSM Freedom Menduga Lelang Proyek 22 Milyar Dinas Bina Marga Provinsi Lampung Syarat KKN”

BREAKINGNEWS–Provinsi Lampung,Tabirnews.com– Soroti tegas, Adanya keikutsertaan beberapa perusahaan yang berada dalam satu kendali bersama-sama menjadi peserta lelang proyek dan melakukan penawaran dalam satu paket lelang yang sama saling bergantian menjadi pemenang tender di Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Lampung menjadi dibuktikan adanya persekongkolan dalam tender.

Hal tersebut diungkapkan Ketua LSM Freedom Lampung, Ichwan menyikapi tegas, adanya indikasi aroma dugaan KKN pada proses lelang proyek Peningkatan Jalan Mayor Jendral Ryacudu Bandar Lampung (Ling. 012.11.K) di Kota Bandar Lampung, yang dibiayai APBD tahun 2020 senilai RP.22 milyar.

Dari hasil rekam lelang dan analisa berdasarkan peraturan yang ada terkait pengadaan barang dan jasa pemerintah, menurutnya jelas terlihat adanya unsur KKN.

“Modus yang digunakan terbilang sistematis, paket proyek yang dilelang diduga sudah diijon atau dijual dengan ‘dil-dilan’ fee uang setoran dengan nominal persentase disesuaikan dengan nilai pagu proyek, 27/Juni/2020.

Seluruh informasi proyek sudah dikuasai rekanan tertentu. Lelang terbuka memang tetap dilakukan sebagai syarat agar proyek berlangsung dan tidak menyalahi aturan dengan penunjukan langsung.

Tetapi, ada kemungkinan hasil lelang sudah diatur dan dikondisikan bagi yang ingin mendapat proyek ada uang setoran-setoran awal berupa commitment fee” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, jika dilihat dari jumlah peserta dan peserta yang melakukan penawaran adalah perusahaan-perusahaan yang potensial dibidangnya serta nilai penawaran yang lebih menguntungkan negara.

AkanTetapi pihak penyelenggaran lelang justru memenangkan perusahaan dengan penawaran tertinggi.

Selain itu ia menduga ada dua perusahaan yang senantiasa berdampingan pada setiap lelang yang diikuti, keduanya secara bergiliran menjadi pemenang termasuk pada paket lelang tersebut.

“Penawaran yang disampaikan dari kedua penyedia tersebut hampir sama mendekati HPS.

Patut diduga adanya beban biaya lain (uang setoran) yang masuk dalam perhitungan nilai proyek” terang Ichwan dalam siaran jumpa Presnya.

Diketahui pada lelang proyek yang menjadi sorotan LSM Freedom tersebut, diikuti 75 perusahaan, namun yang menyampaikan penawaran hanya 10 perusahaan.

Dari 10 perusahaan hanya 2 yang lolos ferivikasi yaitu, pada peringkat 6, PT Mulia Putra Pertama dengan harga penawaran RP.21,247,412,000 milyar, turun hanya 3,74 persen dan pada peringkat 7, PT Djuri Teknik dengan harga penawaran RP.21.477.505.762 milyar, turun hanya 2,70 persen.

Dijelaskan Ichwan pula, bahwa jika kita buka riwayat lelang proyek lain pada satuan kerja yang sama dan diamati secara seksama, kedua perusahaan tersebut seperti sepasang perusahaan terafiliasi yang selalu berdampingan dan bergantian menjadi pemenang dengan harga penawaran yang senantiasa mendekati HPS.

Untuk itu pihaknya meminta pihak hukum seperti Kejaksaan, BPK, KPPU dan LKPP bahkan KPK melakukan langkah kongkrit, untuk menyelamatkan uang rakyat yang jumlahnya milyaran hilang begitu saja akibat kerugian keuangan negara dan keuangan daerah, yang membayar pekerjaan dengan harga lebih mahal dari pada yang sesungguhnya.

“Kerugian tersebut akibat adanya uang suap setoran proyek yang dibebankan ke dalam pagu anggaran proyek yang dikerjakan” Pungkasnya.

“Ikuti Terus Kami, Media cetak online tabirnewscom, Kita akan kupas tuntas tabir gelap di Dinas Bina Marga Provinsi Lampung ini, Tunggu Edisi Selanjutnya”

Laporan Khusus Tim Tabirnews TN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *