TERPERCAYA MENYINGKAP BERITA

Bungo, Tabirnews.com – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan bukan program sembarangan. Ini adalah mandat langsung Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 sekaligus bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Tujuannya tegas,memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas melalui rehabilitasi, pembangunan, dan penyediaan fasilitas yang layak bagi anak-anak didik.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo memegang tugas dan fungsi utama, memantau, mengevaluasi, dan mengawasi secara berkala agar setiap pekerjaan fisik berjalan sesuai spesifikasi dan aturan yang berlaku. Namun kenyataannya, di TK Pertiwi Jalan Air Terjun Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo Provinsi Jambi yang menerima dana Rp433.671.000 hasilnya memalukan, keramik dipasang dengan semen tipis, kusen dari kayu asal jadi, plesteran berantakan, rangka atap baja ringan tanpa merek diduga palsu.

Yang paling mengganjal, mengapa Diknas Bungo baru bergerak setelah berbagai media memberitakan kekacauan ini? Di mana pengawasan selama pengerjaan berlangsung? Apakah pemantauan hanya ada di atas kertas?

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo Ir.Hj.Annalukita, M. M oleh Tim menyatakan akan turun ke lokasi.
“Terima kasih informasinya, akan kami cek ke lokasi. Kami sudah mulai turun ke lapangan sejak kemarin yaitu ke Kuamang,” tulisnya.

Namun ketika ditanya kapan tepatnya akan mendatangi TK Pertiwi Rantau Pandan, tidak ada jawaban sama sekali.

Jika “sudah turun sejak kemarin”, mengapa TK Pertiwi yang sudah disorot berhari-hari belum dikunjungi?
Mengapa pengawasan tidak dilakukan sejak awal, sebelum bahan yang diduga tak layak terpasang? Apakah Diknas hanya tahu ketika sorotan media sudah tak bisa ditutup lagi?

Program revitalisasi ini bukan sekadar proyek bangunan, ini kepercayaan negara dan masa depan anak-anak. Dinas Pendidikan wajib menjamin setiap rupiah yang dikucurkan menghasilkan bangunan yang aman, layak, dan sesuai standar. Bukan menunggu masalah terbongkar baru berjanji turun tanpa kepastian waktu.

Diminta Diknas Bungo segera tetapkan waktu turun, periksa menyeluruh, hentikan pengerjaan yang menyimpang dan ganti semua bahan yang tidak sesuai spesifikasi. Jangan biarkan janji kosong menggantikan tanggung jawab negara. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *