oplus_131074
Bungo, tabirnews.Com – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bungo. Untuk mengantisipasi risiko gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan asap dan polusi udara, Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo membagikan ribuan masker gratis sekaligus memperkuat edukasi pencegahan penyakit.
Sebanyak 2.000 masker dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Simpang Bundaran Air Mancur, Pasar Bawah, serta Pasar Atas Muara Bungo, Rabu (14/10/2026).
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, dr. H. Safarudin Matondang, mengatakan pihaknya terus melakukan langkah pencegahan melalui pembagian masker, penyampaian informasi kesehatan, serta pelibatan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Bungo.
Menurut Safarudin, masker bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi telah diterima dan mulai disalurkan kepada masyarakat. Selain itu, bantuan masker dari BPJS Kesehatan juga telah didistribusikan untuk mendukung upaya perlindungan warga dari paparan kabut asap.
“Masker bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi telah diterima dan mulai dibagikan kepada masyarakat hari ini, dan pembagiannya akan terus berlanjut. Selain itu, masker bantuan dari BPJS Kesehatan juga telah disalurkan ke masyarakat,” ujar Safarudin.Distribusi Diperluas hingga19Puskesmas
Upaya penanganan tidak hanya dilakukan di pusat keramaian Kota Muara Bungo. Dinas Kesehatan juga melibatkan 19 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Bungo untuk memperluas jangkauan pembagian masker kepada masyarakat.
Melalui jaringan Puskesmas tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan informasi pencegahan dan perlindungan kesehatan dapat menjangkau warga hingga ke wilayah kerja masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain distribusi masker, edukasi mengenai bahaya paparan kabut asap juga dilakukan secara berkelanjutan melalui media massa dan jajaran Puskesmas.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala gangguan kesehatan yang dapat muncul selama terpapar asap.
Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada
Safarudin menegaskan bahwa perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, terutama bayi, balita, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Kelompok tersebut dianjurkan membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara terdampak kabut asap. Apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri, termasuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan sebelum menggendong bayi. Konsumsi sayur dan buah tetap dianjurkan sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Aktivitas fisik sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kualitas udara. Masyarakat perlu menghindari olahraga di luar ruangan apabila paparan asap sedang tinggi.
“Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sangat penting. Kami mengimbau warga agar mengikuti anjuran kesehatan, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, dan membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan,” imbaunya.
Pencegahan Harus Diikuti Kewaspadaan Masyarakat
Pembagian masker menjadi salah satu langkah perlindungan jangka pendek untuk mengurangi paparan partikel berbahaya. Namun, efektivitas perlindungan juga bergantung pada jenis masker, cara pemakaian, dan kondisi udara di lingkungan masyarakat.
Karena itu, Dinas Kesehatan mengajak warga tidak mengabaikan imbauan kesehatan selama kabut asap masih terjadi. Masyarakat juga diharapkan segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk berkepanjangan, iritasi, sesak napas, atau keluhan lain yang diduga berkaitan dengan paparan asap.
Melalui pembagian masker dan penyebarluasan informasi kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bungo berharap risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat ditekan.
Di tengah ancaman karhutla, perlindungan masyarakat membutuhkan langkah pencegahan yang berkelanjutan, kewaspadaan warga, serta upaya penanganan kebakaran agar sumber asap tidak terus meluas.(fs)
