Bungo, Tabirnews.com — Kepala TK Pintar Manggis, Zuriani, S.Pd.AUD, menyampaikan bahwa sekolah yang saat ini memiliki 30 siswa tersebut terus berupaya mendukung peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak.
<span;>Diproyeksikan Menjadi TK Negeri
Di sisi lain, TK Pintar Manggis disebut bakal dipersiapkan menjadi TK Negeri dengan nama TK Pembina Kecamatan Rimbo Tengah. Rencana tersebut tentu menjadi harapan baru bagi pengembangan pendidikan anak usia dini di wilayah terkait.
Apabila terealisasi sesuai ketentuan, perubahan status tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, memperkuat sarana dan prasarana, serta memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi masyarakat.
Kepala Sekolah Terbuka terhadap Masukan Media
Dalam pelaksanaan revitalisasi ini, Zuriani juga menyampaikan keterbukaannya terhadap kritik dan masukan, termasuk dari insan pers, apabila ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki.
Ia berharap media tidak hanya berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi mitra dalam mengawal pembangunan pendidikan agar berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan program.
“Apabila ada kekurangan atau hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan revitalisasi ini, kami sangat mengharapkan masukan dari rekan-rekan media. Silakan disampaikan secara baik agar bisa menjadi bahan evaluasi dan perbaikan. Harapan kami, pekerjaan ini dapat berjalan dengan baik dan hasilnya benar-benar bermanfaat bagi anak-anak,” demikian pesan yang dapat disampaikan pihak sekolah.
Sikap terbuka terhadap evaluasi tersebut menjadi hal penting, mengingat program revitalisasi menggunakan dana pemerintah yang harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
Kualitas Pekerjaan Tetap Menjadi Perhatian
Dengan progres yang dilaporkan mencapai 45 persen, pelaksanaan revitalisasi TK Pintar Manggis masih memiliki tahapan pekerjaan yang perlu diselesaikan. Karena itu, pengawasan terhadap mutu material, kesesuaian spesifikasi teknis, ketepatan waktu, serta keselamatan di lingkungan sekolah perlu terus diperhatikan.
Pembangunan yang baik bukan hanya diukur dari cepatnya pekerjaan diselesaikan, tetapi juga dari kualitas hasilnya dan manfaat jangka panjang bagi peserta didik.
Masyarakat pun diharapkan dapat ikut memberikan perhatian secara konstruktif, sehingga program revitalisasi benar-benar menghasilkan fasilitas pendidikan yang layak dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Dengan semangat keterbukaan, pengawasan, dan tanggung jawab, revitalisasi TK Pintar Manggis diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Bungo. (tim)
