TERPERCAYA MENYINGKAP BERITA

Bangko, tabirnews.com. — Kabar baik berembus dari Paris, Prancis untuk masyarakat Kabupaten Merangin. Dalam Sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks (11th Session of the Council of the UNESCO Global Geoparks), Selasa (3/11) di Markas Besar UNESCO, Merangin Jambi UNESCO Global Geopark berhasil mengantongi penilaian green card (kartu hijau).

 

Mewakili Bupati Merangin, M. Syukur, Sekda Zulhifni bersama Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Disparpora, Dinas Kominfo dan jajaran Badan Pengelola Geopark Merangin turut mengikuti jalannya sidang internasional tersebut secara daring dari Sekretariat Badan Pengelola Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (Area Belakang Kantor Bappeda Merangin).

 

Keputusan positif dari Paris ini diperoleh setelah melalui dinamika sidang yang cukup alot. Para dewan penilai (council) sempat menyoroti keberadaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Geopar Merangin yang berpotensi mengganggu kelestarian Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp).

 

Meski diwarnai pembahasan yang alot terkait keberlanjutan lingkungan, 7 dari 11 Council of the UNESCO Global Geopark memberikan keputusan green card, sementara 4 dewan lainnya memberikan catatan yellow card akibat adanya ancaman PETI.

 

General Manager Badan Pengelola Geopark Merangin Jambi, Agus Zainudin menyambut suka cita penilaian tersebut. Pasalnya, kerja keras tak kenal lelah yang selama ini dilakukan akhirnya membuahkan hasil.

 

Menurutnya, keberhasilan ini diraih berkat dukungan penuh dari Pemkab Merangin dan Pemprov Jambi yang terus berkomitmen mendukung pengelolaan MJUGGp.

 

Meski demikian, Agus Zainudin berharap pemerintah daerah, baik kabupaten Merangin maupun provinsi Jambi bersama aparat penegak hukum dapat mengentaskan permasalahan Peti yang menjadi sorotan dunia.

 

“Aktivitas PETI menjadi perbincangan alot dalam jajaran dewan council UNESCO Global Geopark. Keberadaan PETI dinilai sangat mengancam kelestarian Geopark Merangin Jambi. Kami berharap, permasalahan ini dapat dituntaskan agar Geopark Merangin Jambi mendapatkan pengakuan sepenuhnya dari dunia,” ujar Agus Zainudin.

 

Sementara itu, atas raihan green card ini, Sekda Zulhifni menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengelola dan elemen masyarakat yang terus konsisten menjaga aset kebanggaan daerah tersebut.

 

“Ini adalah kabar baik dan capaian yang patut kita syukuri bersama. Atas nama Pemerintah Kabupaten Merangin, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras merawat, menjaga, dan mempertahankan kelestarian Geopark Merangin hingga tetap diakui di kancah dunia,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Sekda Zulhifni menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menjaga predikat internasional ini dari ancaman kerusakan lingkungan.

 

“Status warisan dunia ini adalah tanggung jawab kita bersama. Saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus menyatukan langkah, sama-sama menjaga kelestarian Geopark Merangin, serta menghentikan segala bentuk aktivitas ilegal yang dapat mengancam keberadaannya,” tegasnya. (fs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *