KEPALA SMPN 1 BATANGHARI LAMTIM DIDUGA KORUPSI DANA BOS, MODUS MARK-UP DANA BELANJA DI BEBERAPA KOMPONEN DARI TAHUN 2015 – 2018

KEPALA SMPN 1 BATANGHARI LAMTIM DIDUGA KORUPSI DANA BOS, MODUS MARK-UP DANA BELANJA DI BEBERAPA KOMPONEN DARI TAHUN 2015 – 2018

BATANG HARI – LAMPUNG TIMUR – TABIRNEWS-TN– KEPALA SMPN 1 BATANGHARI KAB, LAMTIM PROV, LAMPUNG DIDUGA KORUPSI DANA BOS, DENGAN MODUS MARK-UP DANA BELANJA DI BEBERAPA KOMPONEN DARI TAHUN 2015 – 2018.

Menurut data Sekolah dan beberapa nara sumber, bahwa dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah  (BOS) di SMPN 1 BATANGHARI Diduga banyak penggelembungan di beberapa komponen mulai dari, (1) Pengembangan Perpustakaan, (3) Kegiatan Pembelajaran dan Ekstra Kurikuler Siswa, (4) Kegiatan Ulangan dan Ujian, (7) Perawatan Sekolah, (8) Pembayaran Honorarium Guru dan Tenaga Kependidikan, (10) Membantu Siswa Miskin, pada tahun 2015 – 2016.

Sedang pada tahun 2017 – 2018 adala, (1) Pengembangan Perpustakaan, (3) Kegiatan Pembelajaran dan Ekstra Kulikuler Siswa, (4) Kegiatan Evaluasi Pembelajaran, (6) Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Pendidikan, Serta Pengembangan Manajemen Sekolah, (8) Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah, (9) Pembayaran Honor.

“Dari beberapa komponen tersebut yang DIDUGA tidak diyakini kebenarannya”

Menurut beberapa nara sumber yang enggan di sebutkan namanya membenarkan terkait DUGAAN tersebut dan menjelaskan bahwa, selama di pimpin oleh (NTM) sangatlah sulit di SMPN 1 BATANGHARI semua di kuasainya, yang lain hanya jadi wayang saja.

TABIRNEWS bersama KONKRITNEWS berkunjung ke SMPN 1 BATANGHARI untuk klarifikasi dan konfirmasi terkait DUGAAN KORUPSI dana BOS tersebut, pada hari Rabu 8 Agustus 2019 sekira pukul 12. 30 Wib, dan bertemu langsung dengan Ibu Ngatemi Selaku Kepsek di ruang guru, namun sangat disayangkan Ibu Ngatemi engan menjawab klarifikasi tersebut dengan dalih semua arsip di penggang bendahara, sedangkan bendahara masih menunaikan ibadah haji.

“Saya tidak hafal mas, yang tau bendahara saya karena dia yang mengelola dana BOS, semuanya dipegang bendahara, biar lebih jelas lagi kita tunggu bendahara pulang dari Haji saja” . Kata kepsek.

Jawaban Ibu Ngatemi sangat bertentangan dengan Juklak/Juknis BOS, karena Kepsek dan Bendahara adalah yang bertanggungjawab terkait dana BOS bukan mereka yang mengelola dana tersebut, semakin jelas bahwa tidak ada tim BOS di Sekolah selaku Pengelola dana BOS.

Sedangkan ditempat terpisah, salah satu guru di Sekolah tersebut sangat kaget setelah melihat data rekapitulasi dana BOS untuk Sekolah nya itu, karena di beberapa komponen yang Anggarannya besar besar sekali, dan dia hanya bisa geleng-geleng kepala saja.

Kami himbau kepada dinas terkait Pendidikan dan dinas Inspektorat kab, Lamtim agar dapat mengcroscek ulang Penggunaan dana BOS SMPN 1 BATANGHARI  mulai dari tahun 2015-2018 dan dapat menindak tegas siapapun yang terlibat tanpa tebang pilih.

LAPORAN : (ABDULLAH TABIR/TEAM INVESTIGASI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *