Beranda Headline “PKN Sukabumi Jabar, Dukung Atas Divonisnya Bendahara Desa Diduga Pelaku Penganiayaan”

“PKN Sukabumi Jabar, Dukung Atas Divonisnya Bendahara Desa Diduga Pelaku Penganiayaan”

| 252

TABIRNEWS-TN–JAWA BARAT-MALUKU BARAT DAYA– “Pemantau Keuangan Negara Republik Indonesia ( PKN – RI ) Siap berantas korupsi bersama Rakyat Indonesia.

Salah satunya kasus yang selama ini di lakulan oleh Marthen Matena, Bendahara Desa Hiay kecamatan Weter Maluku Barat Daya,Senin 26/Agustus/2019.

Kebetulan Ratu Ketua tim PKN Kabupaten Maluku Barat Daya menjadi korban penganiayaan oknum bendahara Desa atas nama Fransina Ratu ( 32 ) warga desa Kabupaten Maluku Barat Daya dianiaya oleh Martin mati ( + – 50an).

Didepan kantor desa Hiay pada Rabu tanggal 2 Januari 2019 pekan lalu.
informasi yang di himpun Tabirnews, adanya kejadian ini, humas PKN Pusat langsung ambil langkah.

Setelah di Konfirmasi Tabirnews Via Seluler, ia telah memverifikasi bahwa Ratu korban merupakan koordinator PKN wilayah Maluku Barat Daya dan marthen selaku pelaku merupakan bendahara Desa saat kejadian korban bersama 4 orang warga desa sedang duduk di depan kantor desa tiba-tiba datanglah si pelaku dan berjalan menuju ke arah korban tanpa basa-basi pelaku langsung melakukan pemukulan sebanyak 1 kali terhadap korban tepat ke arah muka korban sehingga jatuh tersungkur di tanah.

Setelah melihat korban sudah jatuh pelaku menarik korban dan melakukan pukulan susulan sebanyak 1 kali titik melihat kejadian itu Steven fitnah yang adalah teman duduk korban langsung menghalangi pelaku dengan tujuan agar pelaku tidak melanjutkan aksinya titik namun tidak terima dengan tindakan Steven fitnah pelaku pun langsung melampiaskan amarahnya kepada Steven dengan melakukan pemukulan terhadap Steven juga beta minta maaf kata pelaku terhadap Steven Kenapa Pilih beta mu pukul dia..!!!!??

Usai dipukul korban fransina Ratu langsung ambil langkah untuk melaporkan kejadian ini ke kantor polisi terdekat. Terdakwa yang terletak di desa air waki yang adalah ibu kota kecamatan water..” Tegasnya.

Menurut Ratu Kepada Tabirnews, juga menyampaikan atas komitmen terhadap PKN, kami melaporkan kejadian ini berdasarkan Managemen PKN , untuk melakukan tugas sebagai pemberantas korupsi jangan sampai tebang pilih, apapun alasannya tidak pandang Saudara. Kami harus lakukan ini..”Tambahnya.

Sementara Marthen Matena harus Menjalani Proses Penegak Hukum yang di jerat Pasal 351 KUHP, tentang penganiayaan untuk mempertanggung Jawabkan perbuatannya dan kami mendukung Hakim agar memvonis trsangka seberat-beratnya.

LAPORAN : YOSEP ZA / TEAM TABIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here