Beranda Headline Pelatihan ATR (Asisten Teknis Reproduksi) di Kabupaten Lamteng “DIDUGA AJANG PUNGLI dan...

Pelatihan ATR (Asisten Teknis Reproduksi) di Kabupaten Lamteng “DIDUGA AJANG PUNGLI dan KORUPSI OKNUM KADIS DISNAKBUN LAMTENG”

| 310
Gambar Ilustrasi : Pelatihan ATR (Asisten Teknis Reproduksi) di Kabupaten Lamteng Provinsi Lampung, “DIDUGA AJANG PUNGLI & KORUPSI OKNUM KADIS DISNAKBUN LAMTENG UNTUK MERAUP KEUNTUNGAN PRIBADI”
*BREAKING NEWS*-LAMPUNG TENGAH- TABIRNEWS.COM–Pelatihan Asisten Teknis Reproduksi (ATR) 2019 yang di laksanakan oleh pemerintah daerah melalui dinas peternakan dan perkebunan (disnakbun) kabupaten lampung tengah bekerja sama dengan BBPKH (Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan) Cinagara Bogor Jawa Barat dan pelatihan ini sangatlah baik untuk dilaksanakan, karena bertujuan untuk  meningkatkan kompetensi/kemampuan pramedik di kabupaten Lampung Tengah, namun “Diduga malah dijadikan ajang Pungli dan Korupsi oleh Oknum Kepala dinas Peternakan dan Perkebunan Lampung Tengah yang berinisial TBK beserta jajarannya dengan inisial SPD, BP dan AD yang diduga terut serta terlibat dalam melancarkan aksi pungli terhadap para peserta pelatihan ATR dan korupsi dana kegiatan pengembangan mutu bibit ternak melalui teknologi IB dan teknokpark 2019.
“Pasalnya, dari para peserta pelatihan ATR yang berjumlah 88 orang peserta yang tergabung dari tiga kabupaten/kota yaitu :
Kabupaten lampung tengah di ikuti oleh 55 orang peserta.Kabupaten Lampung timur di ikuti oleh 22 orang peserta dan dari
Kabupaten lampung selatan di ikuti oleh 11 orang peserta.Para peserta pelatihan ATR mengeluhkan besarnya biaya pelatihan  yang diadakan dinas peternakan dan perkebunan kabupaten lampung tengah yang di bebankan kepada para peserta ATR sebesar Rp 2.500,000;/peserta.Sedangkan semua pelaksanaan pelatihan ATR tersebut sudah di anggarkan/dibiayai dari APBD kabupaten lampung tengah sebesar Rp 138.000,000;. namun oknum BP diduga tetap memungut biaya kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.
Seperti yang di ungkapkan sumber dari Media Cetak-Online Tabirnews.com, belum lama ini selasa 22/10/2019 di lokasi pelatihan ATR yang tak ingin namanya di tulis mengungkapkan, kami para peserta pelatihan asisten teknis reproduksi (ATR) yang di buka pada tanggal 21 Oktober 2019 sampai dengan 02 November 2019 “diduga di jadikan ajang pungutan liar (Pungli) dan korupsi bagi oknum Kepala dinas peternakan dan perkebunan kabupaten lampung tengah TBK beserta jajaranya yakni SPD, BP dan AD dalam pelatihan asisten teknis reproduksi (ATR) 2019 yang dilaksanakan di LEC Paramarta seputih banyak lampung tengah yang di ikuti oleh 88 orang peserta.
Mencuatnya dugaan tersebut, lanjutnya, ketika semua kami para peserta pelatihan ATR Khususnya para peserta yang berasal dari kabupaten lampung tengah, mereka di wajibkan untuk membayar sejumlah uang sebesar Rp 2.500,000;/peserta ATR tanpa ada penjelasan BP selaku panitia penyelengara ATR tersebut di pergunakan untuk apa saja anggaran yang sudah terkumpul, semuanya tidak ada penjelasannya dan tidak transfaran kepada para peserta ATR.
Namun, pada hari jum,at tanggal 25/10/2019 kemarin tiba tiba kami peserta ATR dari kabupaten lampung tengah di sodorkan kertas dan di arahkan agar menandatangani surat pernyataan yang berbunyi :
Kami yang bertandatangan di bawah ini petugas IB lampung tengah menyatakan bahwa, kami rela membantu dana pelatihan ATR sebesar Rp 1.850,000;/peserta demi terlaksananya acara pelatihan ATR yang diadakan tanggal 21 – 27 oktober 2019 di LEC Paramarta kecamatan seputih banyak kabupaten lampung tengah dan di teruskan pelaksanaan pelatihan per individu di masing masing wilayah sampai dengan 1-2 November 2019.Demikian dana untuk pelatihan dari dinas tidak mencukupi untuk diadakannya pelatihan ATR .Kami membuat pernyataan ini dengan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun,..”Terangnya.
“Dikatakannya lebih lanjut, setelah Kami para peserta selesai menandatangani surat pernyataan tersebut lalu oknum panitia yang berinisial BP tiba tiba menjelaskan serta memaparkan semua uraian pengunaan dana yang terkumpul dari kami para peserta ATR.
Hal itu tentunya menjadi tanda tanya besar bagi kami, ada apa,..!!?? dan kenapa,..!!?? tiba tiba memaparkan pengunaan anggarannya dan memaksa kami menandatangani surat pernyataan, padahal sebelumnya tidak pernah ada pemaparan tentang uraian anggarannya dan penjelasannya, tadinya kami para peserta pelatihan ATR diberitahukan oknum panitia BP membayar sebesar Rp 2.500,000;/peserta namun setelah pemaparan BP, kami diwajibkan hanya membayar sebesar Rp 1.850,000;/pesertanya,..”Ungkapnya.
Terpisah, Oknum panitia BP saat di konfirmasi Awak Media Tabirnews.com, Kamis 24/10/2019 melalui telpon selulernya mengatakan, dari dinas peternakan dan perkebunan hanya menganggarkan anggaran hanya sebesar Rp 36.000,000;. saja untuk peserta pelatihan ATR sebanyak 30 orang peserta saja dan uangnya ada pada panitia,..”Pungkasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, karena peserta yang mengikuti pelatihan tersebut berjumlah 88 orang peserta yang tergabung dari tiga kabupaten/kota diantaranya: dari kabupaten lampung tengah 55 orang peserta, dari kabupaten lampung timur 22 orang peserta dan dari kabupaten lampung selatan 11 orang peserta.
Oleh sebap itu, agar semua peserta dapat mengikuti pelatihan ATR tersebut kami bermusyawarah dengan para peserta ATR memutuskan/sepakat agar peserta yang mengikuti pelatihan tersebut membantu/menyumbang sebesar Rp 2.500,000;/pesertanya karena anggaran yang di anggarkan dinas peternakan dan perkebunan lampung tengah tidak memadai dan mencukupi untuk pelatihan ATR tersebut,..”Elaknya.
“Bagaimanakah Tangapan Kepala dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Tengah Terkait Pemberitaan ini,…!!!!!!?? IKuti Terus Kami, Dalam Edisi Tayang Selanjutnya, Di Media Cetak-Online Tabirnews.com.

Laporan Khusus : (KHOLIDI / Team TN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here