M!!Risss..!!! “Anggaran Kemitraan Rp 2 M di Korupsi? Begini Jurus Pamungkas Oknum Pejabat Sekretariat DPRD Metro”

M!!Risss..!!! “Anggaran Kemitraan Rp 2 M di Korupsi? Begini Jurus Pamungkas Oknum Pejabat Sekretariat DPRD Metro”

HEADLINE NEWS-KOTA METRO-Tabirnews.com- “MENYINGKAP TABIR–Oknum pejabat sekretariat DPRD Kota Metro diduga bermain anggaran publikasi untuk memperkaya diri sendiri.

Diketahui, khususnya dari tahun 2019 hingga 2020, berturut-turut Humas Sekretariat DPRD Kota Metro sukses mengeluarkan jurus pamungkasnya dengan modus “Tunda Bayar” tagihan belanja koran, publikasi advertorial di media massa (cetak dan online).
[11/5 19.51] Novri: Disebutkan juga, bahwa sejak dari tahun 2019, meski anggarannya bernilai fantastis penggunaan anggaran publikasi di Humas DPRD kota Metro dirundung masalah, dan pihak humas tidak transparan dalam pengelolaan anggaran kemitraan dengan media massa cetak yang besaran anggarannya selama 2 tahun terakhir (2019-2020) ini besaran pagu mencapai Rp 2 miliar lebih.

Jika setiap pihak media mengajukan kejelasan pembayaran, pihak sekretariat DPRD Kota Metro selalu membuat peraturan terbaru dan sepihak dengan menurunkan harga biaya pembayaran advertorial dengan alasan bahwa untuk saat ini terkait pembayaran kemitraan dengan media massa dan cetak harus berdasarkan standar satuan harga (SSH
[11/5 19.52] Novri: Sekarang harus sesuai SSH. Untuk Advertorial setiap 1 halaman untuk di koran mingguan itu dibayar Rp1 Juta, berita online Rp1,5 Juta dan langganan koran sesuai harga eceran yang ada dikoran masing-masing,” kata Sekretaris DPRD Kota Metro yang didampingi Kabag Umum, Ade Irwinsyah saat dikonfirmasi Tipikornews Online, Jum’at (8/5/2020).

Sementara, saat ditanya berapa jumlah pagu anggaran dan menunjukkan SSH, Kabag Ade langsung keberatan dan menjelaskan bahwa SSH tersebut tidak ada dengan pihak DPRD melainkan ada di Diskominfo Metro.
[11/5 19.52] Novri: Selain itu, meskipun diketahi bahwa anggaran kegiatan kemitraan dengan media massa di Sekretariat DPRD Kota Metro di tahun 2019 (49 surat kabar, 25 Adv dan 23 online) mencapai Rp2,002,078,407, dan kegiatan Talk show di media elektronik (6 tv dan 3 radio) Rp1,025,199,195, dan di tahun 2020 anggaran kegiatan kemitraan dengan media massa (49 surat kabar, 25 Adv dan 23 online) meningkat menjadi Rp2,296,440,330, dan Talk show di media elektronik (6 tv dan 3 radio) Rp1,175,932,340, pihak Sekretariat DPRD Metro mengatakan anggaran tidak cukup karena jumlah media semakin banyak.

Bahkan parahnya lagi, hingga dipertengahan bulan Mei 2020, Ade mengatakan, “Pencairan tagihan baik langanan koran hingga publikasi yang bisa diproses 2 bulan saja,”  ucapnya
[11/5 19.53] Novri: Modus Tunda bayar ini bahkan terus bergulir, sehingga seperti sekenario drama ber-episode dengan alur cerita sesuai selera sang sutradara. Akibatnya, sejumlah media menjadi korban.

Bahkan, masih banyak lagi media yang tidak memperoleh anggaran publikasi meski sebelumnya telah dibuat 2 rangkap kesepakatan dalam bentuk kontrak kerjasama dengan tanda tangan diatas materai 6000, namun setelah itu surat kesepakatan itu diminta kembali oleh pihak DPRD Kota Metro dengan dalih belum ditandatangani Sekwan Budiyono.

#Mau Tahu Kelanjutan Berita M!!Riiss Ini, Tetap Ikuti Kami,  Selengkapnya dan Bagaimanakah Tanggapan Sekretaris DPRD Kota Metro, Budiyono, S.H, Terkait Dugaan Korupsi ini,…!!!!!!?? Jangan Sampai Lewat Tunggu Edisi SOROTAN KAMERAMAN Mendatang, Kita Akan Kupas Tuntas Pinalti Pemberitaan Dugaan Korupsi di Kota Metro Ini#

LAPORAN KHUSUS : (TEAM GROUP MEDIA TIPIKORNEWS/TABIRNEWS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *