Beranda Headline SOROTAN KAMERA, “Sengketa Lahan Perkebunan Karet Desa Curup Kotabumi Selatan, Aset Kekayaan...

SOROTAN KAMERA, “Sengketa Lahan Perkebunan Karet Desa Curup Kotabumi Selatan, Aset Kekayaan Milik Mantan Kadis PUPR Lampura”

| 684

BREAKINGNEWS-SOROTAN KAMERA-LAMPURA–Tabirnews.com–
“Sengkata lahan perkebunan karet yang terjadi di Desa Curup Kecamatan Kotabumi Selatan Lampung Utara, pada Jum’at 15 Mei 2020 diketahui adalah salah satu aset kekayaan milik, Syahbudin mantan Kadis PUPR Lampung Utara, yang saat ini sedang menjalani persidangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu, bersama Bupati Non Aktip, Kepala Dinas dan Pihak Swasta.

Menurut, SN (35) salah satu pekerja yang juga masyarakat dilokasi perkebunan tersebut mengatakan bahwa, menurut informasi bahwa perkebunan karet seluas 21 Hektar itu di beli oleh Syahbudin dari lelang yang dilakukan oleh salah satu BANK,dengan nilai 1,4 Milyar. Namun atas nama Bahrumsyah Alam yang diketahui masih saudara kandung Syahbudin, yang diketahui berdomisili di Bandar Lampung.

“Tapi selama ini kami bekerja menderes di perkebunan karet tersebut atas perintah dari pak Bijai. Termasuk hasil getahnya kami setorkan kepada beliau, karena setahu kami perkebunan ini milik beliau, terkait sudah di sita bank atau di beli oleh pak Syahbudin, ya kami nggak mau tau. Karena kami hanya pekerja mas, dan selama ini pak Bijai yang membayar upah kerja kami,” ungkap SN kepada Tabirnews Minggu (17/5/2020).

Selain itu menurut SN, tiba-tiba pada Jum’at 15 Mei 2020 ada beberapa orang yang diketahui adalah anggota Reskrimum Polda Lampung, mereka datang bersama beberapa orang pekerja menggunakan 3 unit mobil datang ke lokasi perkebunan mencoba menghentikan semua aktipitas yang ada di perkebunan tersebut, serta menyita semua peralatan dan getah karet hasil deresan para pekerja.

“Setelah beberapa anggota Polisi itu bernego dengan mandor, kebetulan anaknya pak Mulyadi, ada beberapa dari mereka yang kelihatannya Pimpinan mereka langsung pergi meninggalkan lokasi, tapi 3 orang yang membawa senjata laras panjang, yang saya dengar mereka adalah anggota Reskrimum dari Polres berjaga-jaga dilokasi bahkan mereka menginap di camp perkebunan,” ujarnya.

Saat ini SN bersama 28 rekannya yang selama ini bekerja di perkebunan tersebut harus kehilangan mata pencarian yang selama ini .menjadi mata pencarian kehidupan mereka di desa tersebut, bahkan menurut SN dirinya bersama 4 orang rekannya mendapat surat panggilan dari Polda Lampung, pada Selasa 19 Mei 2020 nanti, yang tertuang dalam surat  Nomor  : B/979/V/RES 18/2020/Ditreskrimum Polda Lampung.

“Kami ini cuma buruh mas, hasil upahan deres itu cuma cukup untuk makan, apalagi saya baca di dalam surat panggilan itu, kami dilaporkan atas tindak pidana pencurian dengan pemberatan, terus kami ini harus gimana mas, kami tidak tahu menahu dalam permasalahan ini,” Keluhnya.

LAPORAN KHUSUS : ZULKIPLI TABIR LAMPURA

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here