“BUMK MAMPU MENJADI SUPLIER e-Waroeng”

SOROTAN TEAM KAMERAMEN TABIRNEWS-TN, DOKUMENTASI FOTO, Contoh Bukti Pisik BUMK (Badan Usaha Milik Kampung) di Wilayah Kecamatan Putra Rumbia Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung Indonesia Yang Nampak Terealisasi Dengan Baik”

BREAKINGNEWS-LAMTENG-Tabirnews.com– BUMK Atau Badan Usaha Milik Kampung, Dengan metode terobosan baru, InsyaAllah akan mampu Untuk  menjadi Suplier e-Waroeng, Dengan mendorong adanya pertemuan para petinggi di Kabupaten, Agar dapat mendiskusikan Nota kesepahaman 4 Menteri yang memprioritaskan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) dan Toko Tani dalam Penyaluran BPNT, 24/Juni/2020.

Menghimbau, dan Mohon dapat dijalankannya Nota Kesepahaman 4 (Empat) Menteri, Terkait penyaluran BPNT, Pemda-(Pemerintah Daerah) harus melakukan evaluasi terhadap Suplier e-Waroeng yang ada saat ini, Baik dari sisi Kualitas maupun Kuantitasnya.

Soroti banyak sekali laporan kecurangan Suplier saat ini, baik laporan dari Warga Masyarakat, Penemuan dari nara sumber berita, baik dari pihak Lembaga LSM, dan Media ataupun temuan langsung kepala Kampung. Indikasi Dugaan Pihak Dinas terkait tidak melakukan Evaluasi terhadap Suplier yang ada Terkesan tiadanya Transparansi Keterbukaan Publik.

Menurut hasil pulbaket yang kami dapati, Bantuan BPNT di 3 Kecamatan Bangunrejo, Selagai Lingga dan Anak Ratu Aji barang yang di kirim sama Suplayer hanya 5 Item
1. Beras 10 kg = 95.000
2. Telur 15 butir= 18.000
3. Kentang 1 kg = 12.000
4. Buah pir 4 buah = 25.000
5. Kacang hijau 1/2 kg = 7.000
Total 157.000.

Bila pengadaan barang langsung di lakukan oleh e-Waroeng melalui BUMK tidak melalui rekanan atau distributor, Potensi Potensi lokal akan dapat di berdayakan, beras bisa di beli di kampung itu, telor, sayur, buah, daging dan kacang hijau bisa di beli di kampung atau kecamatan tersebut.

Dengan hal itu, petani sawah akan di untungkan karena beras mereka di beli oleh e-Waroeng melalui BUMK kampung tersebut Peternak ayam juga akan di untungkan karena telor dan daging ayam di beli oleh e-Waroeng

Bukan seperti saat ini, barang barang BPNT di distribusikan oleh Swasta sehingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) merasakan dampak dirugikan, Karena barang yang di dapat oleh peserta KPM tidak sesuai dengan jumlah Nilai Uang yang ada di Rekening KPM.

KORESPONDEN TEAM TABIRNEWS-TN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *