Beranda Headline “Dukung Ferizy, Menteri Luhut Dorong ASDP Terapkan Digitalisasi di Seluruh Pelabuhan Penyeberangan”

“Dukung Ferizy, Menteri Luhut Dorong ASDP Terapkan Digitalisasi di Seluruh Pelabuhan Penyeberangan”

| 256

BREAKING NEWS–LAMPUNG SELATAN–Tabirnews.com–Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mendukung penuh Ferizy yakni program digitalisasi layanan tiket ferry berbasis _online_, yang telah diimplementasikan di 4 pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Transportasi di Kawasan Merak-Bakauheni-Tol Lampung yang dipimpin oleh Menteri Luhut secara virtual pada Selasa (26/1).

“Saya mendukung penuh layanan tiket berbasis online Ferizy sebagai salah satu implementasi digitalisasi. Ini sangat bagus, administrasi menjadi lebih tertib, mendukung efektif dan efisien dalam pendapatan, serta keselamatan dan keamanan penumpang melalui pencatatan manifest yang lebih rapih,” tutur Menteri Luhut.

Menteri Luhut juga mengapresiasi agar ASDP melanjutkan program digitalisasi ini sehingga dapat terimplementasi di seluruh pelabuhan yang dikelola ASDP pada tahun 2022, sebagai wujud komitmen untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin mudah, aman dan nyaman bagi pengguna jasa, khususnya pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi _Covid-19_ yang memastikan tetap menerapkan protokol kesehatan dan keamanan baik di pelabuhan dan kapal secara ketat.

Adapun dalam penerapan digitalisasi ini,  metode penjualan berubah dari yang sebelumnya menggunakan karcis fisik, sekarang menjadi layanan berbasis online untuk di 4 pelabuhan utama. Selain itu, di sejumlah pelabuhan lainnya berlaku penjualan tiket ferry dengan berbasis _QR  Code_ seperti yang diterapkan di lintasan Ajibata-Ambarita pada Oktober 2020 yang melayani destinasi pariwisata Danau Toba dengan metode pembayaran selain tunai juga dapat menggunakan kartu uang elektronik (non tunai).

Lintasan Ajibata-Ambarita yang dilayani KMP Ihan Batak adalah salah satu jalur tersibuk menuju destinasi pariwisata favorit Danau Toba yang juga merupakan salah satu dari program pariwisata super prioritas yang digagas Presiden Jokowi. Harapannya, dengan hadirnya layanan ASDP disini dapat lebih meningkatkan kemajuan sektor pariwisata Danau Toba agar semakin ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Direktur Utama PT Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengapresiasi dukungan yang diberikan Menteri Luhut kepada ASDP yang perlahan namun pasti telah berhasil melakukan peningkatan taraf peradaban dalam industri penyeberangan yang modern. “Sudah menjadi kewajiban ASDP untuk selalu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat sebagai bagian dari _world class service_, dan dalam 2 tahun terakhir ini kita telah menerapkan transformasi digitalisasi melalui penerapan _cashless_ dan layanan tiket berbasis online, Ferizy,” tuturnya.

Bahkan, pengguna jasa yang berada di luar negeri pun, jika ingin melakukan perjalanan liburan dengan kapal ferry, dapat mengakses Ferizy.com, dengan mudah dan cepat. Benefit bagi pengguna jasa yang membeli tiket _online_ adalah dapat memiliki tiket dengan waktu keberangkatan terjadwal sehingga tidak perlu antre lagi di pelabuhan. Ia menambahkan, pengguna jasa berperan penting untuk mendukung kelancaran dan mengurangi kepadatan di pelabuhan dengan beli tiket sesuai jadwal dan kuota.

“Salah satu fokus kami, penerapan _Port Capacity Management_, keseimbangan antara _supply_ (kapasitas kapal) dan _demand_ (arus kedatangan) pada tingkat optimal. Disini kami melakukan penyesuaian, khususnya di masa _peak season_ agar pengguna jasa tertib untuk mengatur waktu perjalanan sebaik mungkin, mulai dari reservasi tiket _online_, melakukan _check-in_, hingga naik ke kapal, sehingga perjalanan lebih lancar, aman dan nyaman,” ujarnya lagi.

Sejak diterapkan pembelian tiket via Ferizy di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk mulai 1 Mei 2020, beli tiket via online semakin mudah, bisa melalui ponsel dan dapat beli tiket mulai H-60 hingga maksimal 5 jam sebelum keberangkatan. Kini, tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup _scan barcode_ yang didapat saat beli _online_, lalu akan mendapat _Boarding Pass_ untuk naik kapal. Apalagi, di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini, pengguna jasa harus senantiasa menjaga jarak (physical distancing) sehingga dengan membeli tiket secara _online_, maka akan semakin mengurangi interaksi dengan petugas loket.

LAPORAN KHUSUS : NAZAR TABIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here