TERPERCAYA MENYINGKAP BERITA

Bungo, Tabirnews.com – Akibat kelangkaan gas LPG 3 kg atau yang dikenal dengan gas melon kembali dikeluhkan warga Kabupaten Bungo. Akibat pasokan yang tersendat, harga gas subsidi tersebut meroket hingga menembus Rp 50 ribu per tabung di sejumlah titik.
Menanggapi keresahan masyarakat, Waka DPRD Darwandi bersama Pemkab Bungo dan Tim Gabungan yang terdiri dari Diskoperindag, Satpol PP, Bagian Ekonomi, serta unsur pimpinan DPRD, langsung turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pangkalan.
Kepala Dinas Koperindag Bungo, Zamroni, S.Ag, menegaskan bahwa pangkalan diwajibkan mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan mengutamakan penjualan kepada warga sekitar.
“Hari ini tim sudah melakukan sidak ke sejumlah pangkalan. Kami menekankan agar mereka tidak menjual di atas HET dan tetap mengutamakan masyarakat dalam wilayah pangkalan,” ujar Zamroni, (12/2/2026).
Sedangkan Darwandi kepada awak media menyampaikan bahwa dirinya turun memantau pelaksanaan OP dikarenakan banyaknya warga yang mengeluh terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg dengan harga yang tinggi pula.
“Kita merasa geram apakah ada pernainan oleh para oknum atau tidak, namun setelah kita langsung bertemu dengan pihak yerkait dari Pemkab Bungo, ternyata ada beberapa pengurangan dari pihak Pertamina Jambi,”kata Darwandi.
Dengan adanya pengurangan jatah ini maka kita sebagai perwakilan masyarakat kabupaten Bungo, ikut memantau pelaksanaan OP ini agar jangan sampai ada bermain nakal sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat membantu kebutuhan masyarakat akan gas elpiji ini,”pungkas Darwandi. (fs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *