Bungo, Tabirnews.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bungo, Darwandi, menyoroti rendahnya tingkat kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat dalam agenda resmi yang diselenggarakan DPRD Kabupaten Bungo, Senin (15/5).
Dalam kegiatan tersebut, dari 28 OPD yang diundang, hanya 9 OPD yang hadir. Sementara itu, dari 17 camat di Kabupaten Bungo, hanya 4 camat yang memenuhi undangan.
Darwandi menilai kondisi tersebut menjadi catatan serius bagi seluruh OPD maupun jajaran pemerintah kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo. Menurutnya, kehadiran dalam agenda resmi merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab terhadap jalannya pemerintahan daerah.
“Ini menjadi perhatian bersama. Kehadiran OPD dan camat sangat penting dalam setiap agenda, apalagi yang berkaitan dengan evaluasi dan pembangunan daerah,” ujar Darwandi.
Ia menyebutkan, rendahnya tingkat kehadiran tersebut dapat menghambat koordinasi antara lembaga legislatif dan eksekutif. Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi mengurangi efektivitas pengambilan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Darwandi memberikan peringatan tegas kepada para kepala OPD yang dinilai tidak serius dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Kalau tidak mampu menjadi kepala OPD, lebih baik mengundurkan diri. Jabatan itu amanah dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Menurutnya, pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Bungo untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja OPD dan camat, khususnya terkait kedisiplinan, kehadiran, serta komitmen dalam mendukung program pembangunan daerah.
DPRD Kabupaten Bungo berharap seluruh OPD dan camat dapat lebih disiplin, aktif, dan responsif dalam menghadiri setiap agenda resmi. Dengan demikian, sinergi antara legislatif dan eksekutif dapat semakin kuat guna mendorong pembangunan daerah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. (fs)
