Beranda Headline “TIGA KANDIDAT PILKADA BANDAR LAMPUNG BERDISKUSI DI UBL”

“TIGA KANDIDAT PILKADA BANDAR LAMPUNG BERDISKUSI DI UBL”

| 295

BREAKING NEWS–LAMPUNG SELATAN–Tabirnews.com–Tiga kandidat Cawalikota Bandar Lampung, Ike Edwin, Firmansyah Y. Alfian dan Muhammad Yusuf Kohar mines Eva Diana dan Ryco Mendoza hadiri diskusi panel yang diselenggarakan Universitas Bandar Lampung (UBL), Kamis (2/7).

Sebagaimana diketahui KPU Bandar Lampung telah bersosialisasi kepada masyarakat tentang tahapan-tahapan Pilkada di tengah pandemi agar berjalan demokrasi.

Sebab itu, Universitas Bandar Lampung (UBL) menggelar dan memberikan ruang diskusi atau dialog para bakal calon walikota setempat dengan tema harapan pemuda menyongsong bandar lampung di era new normal.

Penyelenggaraan diskusi panel resmi dibuka Dekan Fakultas Hukum UBL Dr.Erlina B. SH.MH dan diawali dengan pemaparan tokoh pemuda dar HIPMI Zati Senofal yang mengutarakan bahwa kejahatan berpolitik harus diwaspadai dalam Pilkada sebagaimana politik sembako dan money politik.
Sedang Wakil Walikota Bandar Lampung Yusuf Kohar yang sekarang menjadi salah satu kandidat Calwakot setempat menyatakan yang dinamakan pemimpin atau kepala daerah itu harus memahami tata kelola pemerintahan. Politisi Demokrat tersebut juga menyinggung pembangunan fly over membuat APBD over heated sedangkan masih banyak hal hal lain yang musti harus diibenahi Pemkot Bandar Lampung.
Yusuf Kohar juga menyinggung soal istri Walikota Bandar Lampung yang terlampau ikut campur dalam pemerintahan.” Maksudnya istri Walikota itu hanya sebatas mengurus PKK dan Dharma Wanita saja. Jangan justru ikut campur tangan dalam pemerintahan yang dipimpin suaminya agar pemerintahan dapat lebih tertata dan terarah,” ujar Yusuf Kohar.

Irjen Pol Purn Ike Edwin, ike menanggapi pula soal masalah rusaknya politik termasuk di kota bandar lampung,
” Sebab itu kehadiran saya disini adalah juga mengajak adik-adik mahasiswa agar berpatisipasi aktiv melawan politik yang rawan merusak demokrasi dalam Pilkada. Sosialisasikan ke masyarakat agar menghindari politik uang dan sembako,” tegas mantan Kapolda Lampung.

Berlatar belakang diantaramya masalah tersebutlah, lanjut Ike Edwin, dirinya terpanggil untuk membenahi demoktratisasi setempat agar berjalan dengan bersih dan semestinya. “Saya bukan mau cari pangkat atau kekayaan, apalagi mau korupsi.Sebab saya adalah mantan Dirtipikor Mabes Polri.Jadi bagaimana mungkin saya berkorupsi.Saya hanya ingin beribadah mengabdikan sisa usia saya pada Bandar Lampung, “demikian Dang Gusti Ike Edwin.

LAPORAN KHUSUS : NAZAR TABIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here