Beranda Sumatera Waka DPRD Tebo Aivandri Terima Pengurus DPC APRI Kabupaten Tebo Sampaikan Aspirasi

Waka DPRD Tebo Aivandri Terima Pengurus DPC APRI Kabupaten Tebo Sampaikan Aspirasi

| 152

Tebo, Tabirnews.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tebo Aivandri menerima kedatangan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (DPC APRI) Kabupaten Tebo di ruang kerjanya, Selasa (24/08/2021).

Adapun maksud kedatangan DPC APRI yaitu menyampaikan beberapa aspirasi kepada DPRD Tebo agar dapat ditindak lanjuti kepada Kementerian terkait.

Dikatakan Supriadi selaku Plt DPC APRI bahwa kedatangan mereka menemui pimpinan DPRD Tebo untuk menyampaikan aspirasi yang selama ini perlu untuk ditindaklanjuti.

“Masalah yang menjadi pokok utama yaitu terkait Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang harapan mereka segera direalisasikan menjadi tambang legal,” kata Supriadi.

“Sekarang warga Kabupaten Tebo menggantungkan hidup terhadap tambang rakyat dalam memulihkan ekonomi dalam kondisi pandemi,” jelasnya.

Secara spesifik tambang ini adalah tambang rakyat, semua jenis tambang itu ada beberapa jenis yaitu tanah darat, dan tambang yang di aliran sungai. Nah semua ini terakomodasi dalam sebuah tambang dan izin tambang menambang jika WPR sudah turun maka masyarakat baru bisa memegang WPR dan mustahil WPR keluar tanpa DPRD yang ada,” tegasnya.

Kalau Pemerintah Kabupaten Tebo sudah mendukung, cuma sampai saat sekarang surat tersebut belum ditindak lanjuti untuk sampai ke Kementerian terkait,” jelas Supriadi.

Untuk titik titik yang diajukan DPR sudah diajukan oleh Pemda. Nah kedatangan DPC APRI ke DPR hari ini untuk mempertanyakan dan meminta solusi sebelum WPR ini turun adakah kebijakan atau solusi untuk para penambang yang ada,” tutup Supriadi.

Sedangkan tanggapan DPRD Kabupaten Tebo melalui Aivandri mengatakan DPRD akan melakukan rapat lintas pimpinan DPR untuk mencari solusi menjelang transisi dari peti penambang emas ilegal ke tambang rakyat yang di singkat Telang.

“Kedatangan kawan-kawan dari Asosiasi Penambang Rakyat Kabupaten Tebo, yang mana mereka datang menanyakan surat mereka yang masuk kepada DPRD Kabupaten Tebo,” tetang Aivandri.

Yang mana inti dari surat tersebut mereka meminta solusi kepada forum pemimpin daerah kabupaten Tebo yaitu DPRD, terkait dengan transisi pertambangan tanpa izin menuju ke pertambangan rakyat. Dalam hal ini, pertemuan saya dengan perwakilan dari asosiasi pertambangan tersebut telah menyepakati beberapa kesepakatan. Yang pertama, akan menjadwalkan ulang kompensasi antara Apri dengan DPRD kabupaten Tebo. Yang kedua, mereka meminta kepada DPRD dan Forkopimda Kabupaten Tebo untuk mencari solusi terkait transisi dari pertambangan tanpa izin menuju ke pertambangan rakyat. Yang ketiga, meminta kepada DPRD kabupaten Tebo untuk menanggapi surat terkait tentang pertambangan rakyat tersebut.

Di dalam kesepakatan yang terdahulu memang didalam revisi RT dan RW telah disetujui beberapa titik di usulkan untuk menjadi wilayah pertambangan rakyat, menyikapi itu kami menunggu hasil RT/RW tersebut disahkan oleh pusat maka ada masa transisi dari pertambangan tanpa izin menuju pertambangan rakyat,” terangnya.

Untuk detailnya kita kurang faham tetapi dari keterangan itu menyebar di 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Tebo, yang mempunyai potensi pertambangan baik itu galian pasir dan emas,” tutupnya. (fs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here