TERPERCAYA MENYINGKAP BERITA

Bangko, tabirnews.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merangin, Zulhifni, memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 dan Sosialisasi Perubahan Regulasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya yang digelar di Ruang MPB Bappeda Merangin, Selasa (4/8/2026).

 

Dalam rapat tersebut dipaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Merangin pada minggu kelima Juli 2026 yang tercatat mengalami penurunan sebesar 0,73 persen (minus 0,73 persen). Capaian tersebut menunjukkan adanya penurunan harga sejumlah komoditas pangan dibandingkan kondisi pada Juni 2026.

 

Penurunan IPH Kabupaten Merangin sejalan dengan kondisi di tingkat Provinsi Jambi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi harga beberapa komoditas utama, terutama cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah.

 

Sekda Merangin Zulhifni menegaskan, tren positif tersebut harus terus dijaga melalui sinergi dan koordinasi yang kuat antarinstansi guna memastikan stabilitas harga pangan tetap terpelihara.

 

“Penurunan harga pada beberapa komoditas utama seperti cabai dan bawang memberikan angin segar bagi daya beli masyarakat. Namun, kita tidak boleh lengah dan harus terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar pasokan tetap aman dan harga tetap terjangkau,” ujar Zulhifni.

 

Selain membahas pengendalian inflasi, rapat juga dirangkaikan dengan sosialisasi perubahan regulasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai upaya meningkatkan pemahaman seluruh pemangku kepentingan terhadap kebijakan terbaru pemerintah.

 

Kegiatan tersebut turut diikuti secara daring oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd., serta dihadiri jajaran perangkat daerah, di antaranya Staf Ahli III, Kepala Bappeda, Kepala DKUKMPP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kabag SDA, Kepala BPS, Perum Bulog, Kejaksaan, BPPRD, dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

 

Pemerintah Kabupaten Merangin berharap koordinasi yang berkesinambungan dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian.(fnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *